Sejarah Suku Betawi Di Jakarta

Suku Dunia ~ Nama Betawi sebenarnya berasal dari kata Batavia, yaitu nama kota Jakarta pada zaman penjajahan Belanda dulu. Orang atau suku Betawi sebenarnya adalah suatu suku bangsa baru yang terbentuk oleh campuran berbagai suku bangsa lain sejak zaman Jakarta masih sebagai pelabuhan yang bernama Sunda Kelapa, kemudian diubah oleh Belanda menjadi Batavia.


Suku bangsa ini dulu mungkin berasal dari orang-orang Melayu, Sunda, Jawa, Bugis, Makasaar, Bali, Ambon dan ras lain seperti Arab, Cina, Portugis dan sebagainya. Pada masa sekarang masyarakat Betawi masih bisa ditemui di beberapa tempat dalam kota Jakarta, akan tetapi kebanyakan sudah terdesak dan memilih tempat tinggal di pinggir wilayah Jakarta, seperti di Cisalak, Tambun, Bekasi, Tangerang dan lain-lain. Jumlah populasinya sekarang juga susah dihitung, mungkin jumlahnya sekarang sekitar 778.953 jiwa.

Mata Pencaharian Suku Betawi

Pada masa sekarang orang Betawi umumnya hidup sebagai petani buah-buahan untuk mereka yang masih memiliki tanah yang luas. Sedangkan yang lain ada yang bekerja sebagai pedagang kecil, berjualan buah-buahan atau makanan keliling, membuka warung, menjadi tukang kayu, tukang batu, makelar tanah dan rumah, menjahit, jadi buruh, pamong desa dan sebagainya.

Kekerabatan Dan Kemasyarakatan Suku Betawi

Prinsip keturunan orang Betawi adalah bilateral, keluarga-keluarga inti suka bergabung dengan keluarga asalnya membentuk keluarga luas terbatas yang bersifat virilokal, terkadang uksorilokal untuk tempat tinggal sesudah kawin. Orang Betawi umumnya memeluk agama Islam dan terkenal taat. Pasa zaman dulu pemukiman orang Betawi dibagi-bagi menjadi kemandoran yang dipimpin oleh seorang mandor, dibantu oleh seorang marinyo (pemimpinan wilayah bagian kemandoran), pencalang (penghubung masyarakat), amil (petugas keagamaan) dan upas (opas = petugas keamanan). Pada zaman Belanda pemimpin formal umumnya berasal dari tuan tanah (orang kaya) dan kaum ulama. Pada masa sekarang masyarakat Betawi hidup dalam susunan kependudukan menurut kelurahan atau desa. Pelapisan sosial yang tajam sebenarnya tidak ada dalam masyarakat ini, hanya saja golongan yang dianggap terhormat adalah orang-orang kaya dan kaum ulama.

Baca juga :

Agama Dan Kepercayaan Suku Betawi

Sungguh pun sekarang orang Betawi menganut ajaran agama Islam, akan tetapi sebagian masih percaya kepada kepercayaan lama, bahwa benda-benda dan tempat-tempat tertentu memiliki kekuatan gaib yang bisa jahat dan bisa pula jadi baik, seperti pada batu-batu besar, pohon beringin, kuburan, dan lain-lain.

Kesenian Suku Betawi

Kesenian Betawi yang masih hidup dan berkembang sampai sekarang antara lain : ondel-ondel, yaitu orang-orangan berukuran besar yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam seni musik dikenal gambang kromong, gambang muncak dan sambrah. Seni drama tradisionalnya yang terkenal adalah lenong Betawi. Suku Dunia
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Betawi Di Jakarta Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Betawi Di Jakarta Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya