Sejarah Suku Batin Di Jambi

Suku Dunia ~ Suku bangsa Batin mendiami beberapa daerah Provinsi Jambi, seperti Jangkat, Pauh, Muara, Siau, Bangko, Tabir dan  Muaro Bungo. Sebagian lagi berdiam di Teo Ulu dan Tebo Ilir. Perkampungan mereka biasanya berada di dekat aliran sungai, seperti Sungai Tembesi, Batang Merangin, Batang Bungo dan Batang Masumai.


Kelompok ini diperkirakan berasal dari suku bangsa Kerinci yang datang ke daerah sekarang oleh suatu sebab. Sama seperti orang Kerinci dalam kebudayaan Minangkabau. Tatanan sosial dan sikap kehidupan mereka diungkapkan sebagai Adat dari Minangkabau, teliti mudik dari Jambi. Maksudnya adat istiadatnya berorientasi ke Minangkabau, akan tetapi kepemimpinan politik tunduk kepada Kesultanan Jambi. Yang mereka maksud dengan teliti adalah "peraturan pemerintahan".

Mata Pencaharian Suku Batin

Mata pencaharian utama orang Batin adalah bercocok tanam di ladang. Ladang mereka biasanya agak jauh dari perkampungan dan disebut umo talang. Kalau ladang itu tidak bagus lagi untuk menanam padi, maka tanahnya mereka manfaatkan untuk berkebun tanaman keras seperti karet, kopi, buah-buahan (duku, durian, nangka, jeruk, dan lain-lain). Berburu dan menangkap ikan di sungai masih mereka lakukan sebagai pekerjaan sampingan.

Kekerabatan Dan Kekeluargaan Dalam Suku Batin

Orang Batin tinggal berkelompok dalam kampung-kampung yang mereka sebut dusun. Setiap dusun dikepalai oleh seorang rio yang dipilih oleh rakyat. Kepemimpinan rio memerlukan pertimbangan dan kesepakatan dari kelompok ninik mamak, yaitu pemuka dari setiap keluarga luas yang menghuni dusun tersebut. Pada masa dulu beberapa dusun tergabung menjadi satu dalam sebuah marga yang dipimpin oleh seorang depati, yaitu pejabat yang ditunjuk oleh Sultan Jambi. Pada masa sekarang status dusun sudah disejajarkan dengan desa dan berada di bawah kecamatan menurut aturan pemerintahan.

Baca juga Suku Lainnya Di Sumatera :
Orang Batin menganut prinsip garis keturunan atau kekerabatan matrilineal, jadi mengutamakan garis keturunan dari pihak ibu. Sungguhpun begitu pada masa sekarang kekerabatan itu lebih cenderung kepada bentuk bilateral, terlihat dalam pola bertempat tinggal setelah kawin. Pasangan baru akan bertempat tinggal sesuai dengan perjanjian sebelum kawin, bisa matrilokal, patrilokal, atau neolokal, akan tetapi garis keturunan tetap ditarik dari pihak ibu. Pada zaman dulu keluarga-keluarga inti tinggal bersama-sama dalam rumah besar membentuk keluarga luas yang mereka sebut piak. Beberapa piak yang merasa berasal dari satu nenek moyang dikelompokkan ke dalam suku.

Bahasa Suku Batin

Bahasa orang Batin termasuk ke dalam rumpun Bahasa Melayu tetapi dengan dialek sendiri. Kata "membuat" mereka ucapkan sebut mbuek, "darat" menjadi darek, "lepas" menjadi lapeh, "deras" menjadi dareh dan seterusnya.

Agama Dan Kepercayaan Suku Batin

Masyarakat ini memeluk agama Islam, akan tetapi sisa-sisa kepercayaan asli dari nenek moyang masih ditemukan di dalam kehidupan sehari-harinya. Suku Dunia
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Batin Di Jambi Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Batin Di Jambi Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya