Sejarah Suku Rawas Di Sumatera

Suku Dunia ~ Orang Rawas berdiam di Kecamatan Rupit, Kecamatan Rawas Ulu dan Kecamatan Rawas Ilir, di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Jumlah populasinya sekitar 90.000 jiwa. Bahasanya termasuk ke dalam kelompok bahasa Melayu yang terbagi ke dalam tiga dialek, yaitu dialek Rupit, Rawas Ulu dan Rawas Ilir. Masyarakat Suku Rawas umumnya bekerja sebagai petani di sawah dan ladang, sebagian lagi bekerja sebagai penganyam barang-barang dari rotan dan pandan, tukang kayu, pedagang kecil dan sebagainya.

Kekerabatan Dan Kekeluargaan Suku Rawas

Bentuk hubungan keturunan atau kekerabatan dalam masyarakat Suku Rawas ini dapat dibagi tiga. Pertama melalui sistem perkawinan yang mereka sebut ambik anak (ambil anak), karena setelah kawin suami tinggal dalam keluarga pihak isteri dan anak-anak yang lahir langsung mewarisi garis keturunan pihak isteri. Dalam perkawinan seperti ini suami tidak usah membayar uang jojor (mas kawin). Kedua, perkawinan yang bersifat patrilineal, karena isteri dibawa masuk ke dalam lingkungan keluarga pihak suami dan anak-anak yang lahir mewarisi garis keturunan suami. Dalam perkawinan ini suami harus membayar uang jojor, karena itu disebut juga perkawinan jojor. Ketiga, apa yang disebut perkawinan rajo-rajo, sifatnya bilateral dan tempat tinggal setelah kawin adalah neolokal.

Masyarakat Suku Rawas

Sistem kepemimpinan dan pemerintahan tradisional Suku Rawas dipengaruhi oleh adat Simbur Cahaya, yaitu kodifikasi peraturan adat yang berasal dari zaman Kesultanan Palembang.

Agama Suku Rawas

Umumnya masyarakat Suku Rawas sudah memeluk Agama Islam dan menjadi kepercayaan mereka masing-masing.

Referensi : Depdikbud 1989
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Rawas Di Sumatera Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Rawas Di Sumatera Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya