Sejarah Suku Ot Danum Di Kalimantan

Suku Dunia ~ Orang Ot Danum berdiam di sekitar daerah aliran sungai Melawi, sungai Silat, sungai Meateh di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sebagian dari anggota suku bangsa ini berdiam di wilayah Kalimantan tengah, yaitu di sekitar daerah aliran sungai Kahayan, Rungan, Barito dan Kapuas bagian hulu. Daerah tersebut termasuk dalam wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Jumlah populasinya sekitar 6.000 jiwa.

Orang Ot Danum mendirikan pemukiman dekat pinggir sungai-sungai besar. Rumah-rumahnya sejajar dengan tepi jalan yang tegak lurus dengan sungai, dan didirikan di atas tonggak-tonggak kayu setinggi dua setengah meter, biasanya berupa rumah panjang yang mereka sebut betang. Setiap kampung paling tidak mempunyai ruangan-ruangan untuk keluarga-keluarga inti, yang jumlahnya sampai sekitar lima puluh buah.

Mata Pencaharian Suku Ot Danum

Mata pencaharian utama masyarakat Suku Ot Danum adalah berladang dengan sistem tebang bakar dan berpindah-pindah. Tanaman utama mereka adalah padi, selain itu mereka juga menanam ubi kayu, ubi rambat, keladi, terong, nanas, pisang, tebu, cabe dan buah-buahan seperti durian, cempedak serta memelihara sirih dan pinang. Mata pencaharian lainnya adalah mengumpulkan hasil hutan macam rotan, damar, kayu ulin, karet, mendulang emas, menangkap ikan dan berburu binatang liar.

Kekerabatan Suku Ot Danum

Prinsip hubungan kekerabatan orang Ot Danum bersifat ambilineal, dimana sebagian kelompok masyarakat menghitung garis keturunan dari pihak ayah dan sekelompok lain dari garis ibu. Pada zaman dulu sebuah rumah betang terbentuk dari pertumbuhan sebuah keluarga ambilineal kecil. Pada masa sekarang bentuk keluarga luas virilokal lebih banyak dikenal.

Sebuah desa secara formal dipimpin oleh seorang pembekal yang bertindak sebagai pemimpin administrasi (kepala desa) dan seorang penghulu yang bertindak sebagai kepala adat. Jabatan penghulu ini sering pula dijabat rangkap oleh seorang tokoh yang kemudian bergelar Patih. Pelapisan sosial dalam masyarakat suku ot danum ini tidak terlalu tajam sungguh pun ada juga kelompok yang dianggap keturunan orang penting dan terhormat. Baca juga Sejarah Suku Kutai

Kepercayaan Suku Ot Danum

Kepercayaan asli orang Ot Danum disebut juga Kaharingan, yaitu istilah yang digunakan oleh masyarakat Dayak untuk membedakan kepercayaan asli mereka dengan agama-agama dari luar. Orang Kaharingan percaya bahwa alam sekitar hidupnya penuh dengan roh-roh yang mendiami pohon, batu atau sungai-sungai besar. Roh-roh tersebut ada yang baik dan ada pula yang jahat. Jiwa orang yang baru mati untuk beberapa lama bergentayangan di sekitar manusia hidup sampai dia merasa telah diupacarai oleh manusia hidup, setelah itu mereka akan pergi ke dunia roh. Karena itu mayatnya disimpan dulu dalam sebuah peti kayu berbentuk perahu. Setelah keluarganya mampu, mayat itu akan dibakar dalam sebuah upacara besar yang disebut daro. Upacara pemakaman kedua ini dipimpin oleh para balian, yaitu pemuka agama kepercayaan Kaharingan.

Referensi : Danandjaja 1983, King 1985, Rousseau 1990
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Ot Danum Di Kalimantan Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Ot Danum Di Kalimantan Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya