Sejarah Suku Enggano Di Sumatera

Suku Dunia ~ Suku bangsa ini berdiam di Pulau Enggano, sebelah barat pantai provinsi Bengkulu. Jumlah penduduk pulau Enggano sekitar 12.000 jiwa dan jumlah populasi suku bangsa ini di pulau tersebut sekitar 6.000 jiwa, sedangkan sisanya pendatang dari suku Batak, Minangkabau dan Jawa. Kata Enggano berasal dari bahasa Portugis yang berarti "tipuan" atau "kekecewaan".


Dulu pelaut Portugis merasa tertipu dan kecewa karena mengira pulau itu adalah pulau Jawa. Orang di dataran Sumatera zaman dulu menyebutnya Pulau Telanjang. Suku Enggano menyebut tanah mereka cefu kakuhia (pulau besar) dan diri mereka sendiri disebut E Lopeh.

Makanan pokok suku bangsa ini adalah ubi, keladi, pisang, kelapa, dan binatang buruan seperti ikan, burung, dan babi. Sekarang mereka mengenal tanaman padi yang dibawa pendatang. Rumah tangga orang Enggano terdiri atas keluarga-keluarga inti dengan adat menetap sesudah kawin yang bersifat matrilokal dan sistem keturunan matrilineal.

Pilihan kawin, di luar klen. Suku bangsa ini sekarang terdiri dari lima klen yang disebut ijaha-auak, yaitu : Kaambi, Kanno, Kaahenao, Kaharuba dan Kuitara. Adat kawin lari berlaku dalam masyarakat ini. Pemimpinnya ditentukan oleh azas senioritas, kekuatan dan pengalaman serta kearifan.

Saat ini mereka menganut agama Kristen dan Islam. Ada juga yang menjalani kepercayaan asli, mereka meyakini adanya kekuatan yang bersifat baik dan buruk.
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Enggano Di Sumatera Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Enggano Di Sumatera Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya