Sejarah Suku Bacan

Suku Dunia ~ Bacan adalah suatu kelompok sosial yang berdiam terutama di pulau Bacan, tetapi mereka juga berada di pulau Obi dan daratan sebelah selatan pulau Halmahera. Pulau Bacan dikelilingi oleh pulau-pulau seperti pulau Mandioli di sebelah barat, pulau Bisa dan pulau Obi di selatan, serta pulau Halmahera di bagian timurnya.


Pulau Bacan merupakan dari wilayah administratif Kecamatan Bacan yang luasnya 2.962,70 kilometer perrsegi. Kecamatan ini termasuk bagian dari Kabupaten Maluku Utara, Provinsi Maluku. Untuk keseluruhan pulau-pulau di Maluku yang dikenal dengan "Provinsi Seribu Pulau" itu, pulau Bacan termasuk pulau berukuran sedang. Pulau ini juga memiliki kekayaan alam yang melimpah, dan yang paling menarik ialah keindahan batu hiasnya yang selama ini dikenal dengan batu bacan.

Maluku Utara yang beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 1.000-3.000 mm masih dapat dibagi ke dalam empat macam keadaan iklimnya, diantaranya yang disebut "Daerah Iklim Bacan". Daerah ini dipengaruhi oleh dua musim, yaitu musim Utara pada bulan Oktobe sampai dengan Maret yang diselingi angin Barat dan pancaroba pada bulan April, dan musim Selatan pada bulan April sampai dengan bulan September. Tiga daerah iklim lainnya adalah Halmahera Utara, Iklim Halmahera Barat Tengah, dan Iklim Halmahera Kepulauan Sula.

Masyarakat Bacan pada masa sebelum masuknya pengaruh Islam merupakan sebuah Kolano, yang didasarkan ikatan genealogis dan teritorial. Setelah Islam masuk sekitar tahun 1322, organisasi sosialnya mengambil bentuk Kesultanan dan Agama Islam sebagai faktor pengikat. Di Maluku Utara ada empat Kolano dan Kesultanan, di samping Bacan adalah Ternate, Tidore, dan Jailolo, yang kesemuanya disebut Moloko Kie Raha. 

Dari keempat kelompok ini Bacan mempunyai kekhususan sendiri terutama dalam hal bahasa. Bacan mempunyai bahasa sendiri, dan termasuk ke dalam keluarga bahasa Austronesia bersama-sama dengan bahasa di Kepulauan Sula di sebelah baratnya, sebaliknya ketiga kelompok lainnya (Ternate, Tidore, dan Jailolo) bahasa non-Austronesia. Bacan juga dianggap sebagai satu wilayah kultural lainnya Ternate dan Tidore.

Wilayah kultural Bacan meliputi kepulauan Bacan dan Obi. Namun, Bacan merupakan bagian yang integral dari pola pikir di Maluku Utara yang serba empat tadi.

Jumlah penduduk di kepulauan Bacan pada sensus penduduk tahun 1930 tercatat sekitar 10.000 jiwa. Perkembangan pada masa selanjutnya hanya dapat diketahui sebagai jumlah penduduk Kecamatan Bacan, misalnya pada tahun 1987 berjumlah 49.597 jiwa. Sumber tertentu mengemukakan bahwa di wilayah Kecamatan Bacan ini menetap pula migran asal Tobelo, orang Galela, orang Makian, dan lain-lain.

Sumber : Ensiklopedi Suku Bangsa Di Indonesia oleh M. Junus Melalatoa
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Bacan Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Bacan Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya