Sejarah Suku Semendo

Suku Dunia ~ Suku bangsa ini sering juga menyebut diri mereka orang Semende. Mungkin berasal dari kata se (satu) dan ende (induk atau ibu), kira-kira berarti "orang satu ibu" atau satu asal nenek moyang. Masyarakat ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Semende Darat dan Semende Lembak.

Sumber Gambar : http://ainisaid.blogspot.com
Kelompok pertama bermukim di Kecamatan Pulau Panggung dan Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah. Kelompok kedua berdiam di sekitar Kecamatan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Terutama menghuni daerah berhawa sejuk di Provinsi Sumatera Selatan itu.

Masyarakat Semendo sering dikategorikan sebagai salah satu penganut prinsip kekerabatan matrilineal, yang mereka wujudkan dalam bentuk perkawinan tunggu tumbang, dimana laki-laki harus membayar sejumlah uang jujur kepada pihak istrinya.

Selanjutnya ia harus ikut berperan sebagai anggota kerabat istrinya. Namun bentuk ini hanya berlaku untuk anak perempuan tertua dalam keluarga yang bersangkutan, karena setelah ayah-ibunya tua anak perempuan sulunglah yang harus memelihara dan adik-adiknyanya.

Harta pusaka diturunkan kepada anak perempuan tertua, terutama berupa sebuah rumah besar dan beberapa bidang sawah. Harta pencaharian yang lain diwariskan menurut ajaran agama Islam yang dianut oleh masyarakat ini. Sistem kepemimpinannya terpengaruh oleh adat Simbur Cahaya, yaitu kodifikasi peraturan adat yang berasal dari zaman Kesultanan Palembang.

Mata pencaharian utama mereka adalah bertani padi dan palawija lainnya di sawah atau ladang. Bahasa Semendo termasuk kelompok bahasa Melayu dengan dialek sendiri.

Referensi : Depdikbud 1989
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Semendo Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Semendo Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya