Sejarah Suku Muko-Muko Di Bengkulu

Suku Dunia ~ Suku bangsa Muko-Muko berdiam di wilayah Kecamatan Muko-Muko Utara dan Muko-Muko Selatan, wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Jumlah populasinya kira-kira sekitar 60.000 jiwa. Kehidupan masyarakat ini memiliki tingkat mobilitas yang rendah. Asal kata Muko-Muko itu belum diketahui sampai kini.

Bahasa Suku Muko-Muko

Bahasa Muko-Muko termasuk rumpun bahasa Melayu, tetapi mengalami perubahan khusus. Cirinya antara lain pemakaian bunyi sengau "ng" di belakang kata yang diakhiri dengan vokal, contohnya kunci menjadi kuncing, kopi menjadi koping, telinga menjadi telingow, pintu menjadi pintung.

Mata Pencaharian Suku Muko-Muko

Mata pencaharian utama Suku Muko-Muko adalah bertanam padi di sawah dengan menggunakan bajak dan cangkul. Mata pencaharian lainnya adalah kerajinan menganyam tikar dari rotan dan pandan juga cukup berkembang. Pekerjaan-pekerjaan besar banyak yang dilakukan dengan sistem gotong royong.

Agama Dan Kepercayaan Suku Muko-Muko

Masyarakat Suku Muko-Muko pada masa sekarang telah memeluk agama Islam yang masih diwarnai oleh beberapa unsur kepercayaan asli. Sistem hubungan kekerabatannya bersifat bilateral.

Referensi : Depdikbud 1978-1979
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Muko-Muko Di Bengkulu Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Muko-Muko Di Bengkulu Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya