loading...

Sejarah Suku Mori Di Sulawesi

Sejarah Suku Mori ~ Orang Mori dikelompokkan ke dalam dua sub suku bangsa, yaitu orang Mori Atas dan Orang Mori Bawah. Mereka umumnya berdiam di Kecamatan Mori Atas, Kecamatan Mori Petasia, dan Kecamatan Lembo, di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Orang Mori Atas berdiam di sekitar daerah aliran Sungai La'a, Molio'a, Molong Kuni dan Ulu Woi. Sedangkan orang Mori Bawah berdiam di sekitar daerah aliran sungai La'a bagian hilir, Sungai Wotu dan Moiki. Sebenarnya masih ada sub suku bangsa Mori yang ketiga, yaitu orang Mori Malili. Kelompok ini berdiam di sekitar pesisir Danau Matana, sepanjang hulu Sungai Matana, Tamba'e, Pado'e dan Karunsi'e.

Bahasa Suku Mori

Bahasa Mori tergolong ke dalam kelompok bahasa Bungku-Laki, yang dianggap masih serumpun dengan bahasa-bahasa di Filipina Selatan.

Mata Pencaharian Suku Mori

Orang Mori hidup dari pertanian di sawah, sebagian masih melakukan perladangan tebang bakar dan berpindah-pindah. Tanaman pokoknya adalah padi, diikuti oleh jagung, sayur-mayur dan palawija lainnya. Mereka juga menanam tembakau, cengkeh, kelapa, kopi dan ubi-ubian. Ada juga yang masih senang mengumpulkan hasil hutan, seperti kayu hitam, damar, dan rotan, serta berburu binatang liar dan menangkap ikan di sungai-sungai atau danau. Di antara mereka juga mengembangkan keterampilan membuat alat-alat pertanian dari besi, barang-barang anyaman, kerajinan gerabah dan kuningan. Pada zaman dulu mereka dikenal masyarakat yang pandai mengolah kulit kayu menjadi bahan pakaian yang menarik, yaitu kain vuya.

Kekerabatan Suku Mori

Sistem kekerabatan orang Mori bersifat bilateral. Pasangan yang baru kawin akan tinggal beberapa tahun di rumah keluarga asal istri sampai mereka punya anak atau merasa telah sanggup untuk mendirikan rumah sendiri. Pada zaman dulu masyarakat ini pernah mengembangkan sistem pemerintahan kerajaan sendiri. Tidak heran jika sistem pelapisan sosial yang bersifat feodal masih tersisa sampai sekarang. Lapisan sosial pertama adalah golongan mokole, yaitu orang-orang yang masih keturunan Raja Mori (Ratu Ri Tana). Kedua adalah golongan bonto (orang-orang kaya), dan ketiga adalah golongan palili (orang biasa). Tentu saja seiring dengan perkembangan masyarakat, pelapisan sosial tradisional tersebut semakin lama makin kabur batas-batasnya.

Agama Dan Kepercayaan Suku Mori

Walaupun pada masa sekarang orang Mori telah memeluk agama Islam, akan tetapi unsur-unsur kepercayaan asli mereka masih ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi : Lebar 1972, Kennedy 1943, Kruyt 1900, Depdikbud 1989
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Mori Di Sulawesi Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Mori Di Sulawesi Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya