loading...

Sejarah Suku Bangsa Cina Di Indonesia

Suku Dunia ~ Suku-suku bangsa asli di Indonesia jarang sekali yang tahu, bahwa keturunan bangsa Cina yang hidup di tengah mereka sebenarnya berasal dari suku-suku bangsa yang berbeda-beda pula dari negeri asalnya. Kedatangan mereka ke Indonesia juga melalui banyak tahap dan sebab.


Catatan sejarah mengenai kelompok orang Cina yang pertama bermukim di Indonesia antara lain terdapat di dalam sejarah Sriwijaya, dan sejarah sultan-sultan Melayu. Tapi orang Cina yang ada di Indonesia sekarang adalah keturunan perantau Cina yang datang sejak zaman Belanda. Sungguhpun latar belakang kebudayaan kesukubangsaan mereka di negeri asalnya berbeda, namun di Indonesia sering dianggap satu kelompok etnis sendiri oleh suku-suku bangsa lain.

Dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia sekarang penduduk yang termasuk keturunan Cina ini digolongkan sebagai warga negara asing, atau tepatnya warga negara Indonesia keturunan asing. Sama seperti penggolongan terhadap penduduk Indonesia keturunan asing lainnya, seperti keturunan Arab, India, Jepang, Eropa dan lain-lain.

Penggolongan ini mungkin timbul karena kehadiran kelompok-kelompok etnik ini belum terlalu lama, dan mengingat hubungan mereka dengan negeri asal masih ada. Selain itu kelompok etnik seperti mereka tidak terintegrasi dengan salah satu kebudayaan suku asli, sulit berbaur, dan tidak ada pengakuan bahwa mereka daerah asal di lingkungan Indonesia yang diakui secara tradisional. Hanya saja peranan mereka dalam kehidupan ekonomi Indonesia cukup dominan, sehingga kehadiran mereka terasa menonjol dalam kehidupan bangsa yang sedang membangun ini.

Hubungan suku-suku bangsa asli di Indonesia dengan bangsa dan peradaban Cina sebenarnya sudah berlangsung sejak lama sekali, bahkan dianggap sudah ada sejak zaman prasejarah. Secara antropologis hal ini antara lain diperlihatkan oleh berbagai pengaruh kebudayaan Cina pada berbagai unsur kebudayaan setempat. Misalnya dalam bahasa, kesenian, benda-benda budaya, arsitektur, busana tradisional, dan lain-lain.

Kedatangan orang Cina ke wilayah Nusantara semula untuk berdagang. Mereka datang untuk mencari berbagai macam benda dan rempah-rempah daerah tropis, getah gaharu, sarang burung layang-layang (Walet), batu bezoar, emas, perak, gading gajah, cula badak, damar, kapur barus, dan kayu-kayu terbaik seperti kayu besi, jati, kulim, cendana. Barang dan rempah itu mereka tukar dengan kain sutera dan porselen. Sebenarnya tidak semua orang Cina datang ke Indonesia sebagai pedagang, malah sebagian besar pendatang Cina pada zaman Belanda didatangkan sebagai tenaga kerja di perkebunan, kuli di pertambangan dan pelabuhan.

Keturunan Cina di Indonesia berasal dari berbagai suku bangsa Cina, tapi kebanyakan berasal dari Provinsi Fukien dan Kwangtung. Para perantau ini membawa kebudayaan dan bahasa aslinya sendiri-sendiri. Bahasa Cina yang dikenal di Indonesia paling tidak terbagi atas empat kelompok bahasa, yaitu Hokkien (Hokkian), Tiu-Chiu (Teo-Chiu), Hakka (Khek), dan Kanton (Kwong Fu), yang masing-masing merupakan bahasa etnik yang berbeda dan saling tidak dipahami.

Gelombang pendatang Cina terbesar terjadi pada abad ke-16 sampai abad ke-19, terutama mereka yang berasal dari suku-suku bangsa berbahasa Hokkien dari Provinsi Fukien bagian selatan. Para perantau ini memiliki keterampilan berdagang melintasi laut sejak berabad-abad yang lalu. Mereka umumnya memandang tinggi sifat rajin, hemat, kemandirian, dan memiliki semangat berusaha yang tinggi. Itulah sebabnya mereka banyak berhasil dalam bidang ekonomi di negara-negara yang kaya sumber daya alamnya.

Suku bangsa Tiu-Chiu dan Hakka (Khek) berasal dari Provinsi Kwang-tung. Di daerah asalnya, orang Tiu-Chiu berdiam di daerah tandus di pedalaman dan yang miskin. Di Indonesia mereka dipekerjakan Belanda sebagai kuli di perkebunan dan pertambangan, seperti Sumatera Timur, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Sedangkan orang Hakka lebih suka berjuang di sektor perdagangan. Mereka kebanyakan datang ke Jawa Barat dan Jakarta untuk berdagang sejak abad ke-19. Orang Kanton pada mulanya banyak bekerja di tambang timah di pulau Bangka. Tapi karena mereka ini juga memiliki  keterampilan di bidang pertukangan kayu dan besi, akhirnya tersebar ke mana-mana. Di masa sekarang mereka biasanya hidup sebagai pemilik toko alat-alat kayu dan besi atau menjadi pengusaha industri kecil.

Agama Dan Kepercayaan Suku Bangsa Cina

Keturunan Cina di Indonesia nampaknya lebih mempunyai keleluasaan memeluk berbagai agama, karena di antara mereka selain memeluk agama Budha, ada pula yang menganut sistem kepercayaan berdasarkan ajaran Kong Hu-Cu, Tao, Kristen, Katolik, dan Islam. Kong Hu-Cu sebenarnya hanya merupakan ajaran filsafat untuk hidup dengan baik, sehingga banyak juga orang Cina yang beragama lain masih menjalankan ajaran Kong Hu-Cu, khususnya di bidang sosial. Dalam ajaran ini termasuk keharusan melestarikan adat istiadat, antara lain dengan memuja leluhur dan memelihara abunya. Pemujaan leluhur dapat dilakukan di dalam rumah atau di kelenteng. Untuk itu disediakan sebuah altar berupa meja panjang dan tinggi. Di atasnya ada tempat menancapkan batang-batang dupa (hio) dan di kanan kirinya sepasang lilin. Upacara pemujaan leluhur itu dipimpin oleh sang ayah dalam keluarga yang bersangkutan. Kewajiban ini diturunkan kepada anak laki-laki sulung, dan seterusnya.

Sebagian besar orang Cina di Indonesia masih merayakan tahun baru Cina yang lebih dikenal sebagai imlek. Tahun baru ini diperingati antara lain dengan mengadakan sembahyang di kelenteng atau di depan meja abu. Upacara ini dilakukan dalam keadaan bersih lahir dan batin. Selama perayaan tahun baru itu tidak boleh mengucapkan kata-kata kasar dan tidak menyapu selama tiga hari. Larangan menyapu itu dimaksudkan agar rezeki tidak tersapu keluar. Selain itu ada pula Hari Raya Cheng Beng, yaitu ziarah ke makam leluhur dengan membawa dupa, lilin, kertas sembahyang dan sedikit sajian.

Referensi : Hidayah 1993, Skinner 1963, Tan 1981, Vasanty 1983.
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Bangsa Cina Di Indonesia Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Bangsa Cina Di Indonesia Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya