loading...

Sejarah Suku Tanimbar

Suku Dunia ~ Orang Tanimbar sendiri lebih suka menyebut diri sebagai orang Numbar. Kata Tanimbar digunakan pada awalnya oleh para penjelajah Barat. Masyarakat lain ada juga yang menyebutnya orang Timur Laut. Suku bangsa ini mendiami Pulau Yamdena, Selaru dan pulau-pulau kecil lain di lingkungan Kepulauan Tanimbar di Kecamatan Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Jumlah populasinya sekitar 10.000 jiwa. Suku bangsa ini sebenarnya terbagi menjadi tiga sub-suku bangsa yaitu Tomata Yamdena, Tomata Laru dan Tomata Nember. Sub suku bangsa Tomata Nember mendiami Pulau Fordata dan pulau-pulau di utara Pulau Yamdena. Sub suku bangsa Tomata Yamdena mendiami sebagian besar pulau Yamdena, sedangkan Tomata Laru mendiami Pulau Selaru dan pulau-pulau lain di bagian barat pulau Yamdena.

Sumber Gambar : ken-ametelling.blogspot.com

Bahasa Suku Tanimbar

Bahasa yang dipakai oleh masyarakat ini adalah bahasa Fordata yang amat terpengaruh oleh bahasa Kei. Sebagian dari mereka menggunakan bahasa Yamdena, terutama yang mendiami daerah bagian timur Pulau Yamdena dan Pulau Selaru. Bahasa ini dianggap masih sekerabat dengan bahasa Tetun di Pulau Timor (Timor Leste).

Mata Pencaharian Suku Tanimbar

Mata pencaharian masyarakat ini adalah berladang dan menangkap ikan. Tanaman pokoknya adalah ubi jalar, ubi kayu, jagung dan sedikit padi. Protein hewani mereka peroleh dari hasil tangkapan ikan dan binatang laut lainnya.

Kekerabatan Dan Kekeluargaan Suku Tanimbar

Orang Tanimbar menganut sistem kekerabatan yang berdasarkan garis keturunan ayah (patrilineal). Keluarga intinya disebut tabil dalam. Namun mereka lebih suka mengelompok dalam kesatuan keluarga batih patrilineal yang disebut das dalam. Hubungan kekerabatan dibedakan atas awai merwan (saudara dekat) dan awai babar (saudara jauh). Secara umum garis kekerabatan yang patrilineal itu mereka sebut tojame matan.

Kelompok kerabat yang merupakan keturunan orang yang mula-mula mendiami daerah ini disebut mele, dan sering disebut tuan tanah. Sedangkan orang-orang yang datang kemudian disebut famudi. Golongan mele dianggap mempunyai kedudukan sosial yang lebih tinggi sehingga mereka hanya boleh kawin dengan sesama golongan mele.

Kepercayaan Asli Suku Tanimbar

Kepercayaan asli orang Tanimbar adalah memuja tokoh Pencipta Pertama yang mereka sebut Limnditi Fenreu (Matahari dan Bulan), dan pemujaan kepada roh-roh nenek moyang, serta kepercayaan kepada adanya roh-roh alam dan kekuatan adikodrati yang merusak atau melindungi kehidupan manusia. Kemampuan mempengaruhi kekuatan magis untuk kepentingan tertentu disebut perbuatan suanggi.

Referensi : Depdikbud 1989, Koentjaraningrat 1972
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Tanimbar Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Tanimbar Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya