Sejarah Suku Gebe Di Maluku

Suku Dunia ~ Orang Gebe atau Orang Gebi mendiami Pulau Gebe, Yu dan Gag di sebelah timur semenanjung selatan Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Umumnya warga masyarakat Suku Gebe ini memeluk agama Islam. Mereka hidup dari hasil menangkap ikan di laut dan sedikit hasil perladangan. Jumlah populasinya sekitar 3.000 jiwa dan mendiami empat buah desa. Bahasa Gebe atau Gebi tergolongkan dalam kelompok bahasa Patani (Halmahera) dari rumpun bahasa Austronesia.


Pulau Gebe merupakan salah satu pulau terpencil yang terletak di antara propinsi maluku utara, kabupaten halmahera tengah, yang memiliki luas wilayah yang tidak terlalu besar dan lebar karena pulau gebe berbentuk memanjang.

Di Pulau Gebe ini juga terdiri dari berbagai suku dan etnis yang hidup di dalamnya selain Suku Gebe itu sendiri, diantaranya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Makassar, Manado, Gorontalo, Papua, Papua Barat, ambon, dan dari berbagai suku, etnis, dan budaya inilah yang menimbulkan corak kehidupan di pulau Gebe agak sedikit maju ketimbang daerah-daerah lainnya.

Pulau Gebe dapat dijangkau melalui transportasi udara, darat dan laut dengan berbagai macam variasi jalur pilihan. Aksesibilitas menuju Pulau Gebe melalui udara dimulai dari Jakarta (Pulau Jawa) menuju Kota Makassar (Sulawesi Selatan) untuk transit dan dilanjutkan ke Kota Ternate, Ibukota Provinsi Maluku Utara yang kemudian ke Pulau Gebe. Yang menjadi permasalahan adalah penerbangan dari Kota Ternate ke Pulau Gebe hanya dilakukan 3 kali dalam seminggu (Senin, Selasa dan Rabu) dengan menggunakan pesawat kecil yang berpenumpang hanya 12 orang.

Keterbatasan penerbangan dan kapasitas angkut menjadikan lebih banyak masyarakat yang mau ke Pulau Gebe dari Kota Ternate harus menggunakan modal transportasi laut berupa kapal feri dari Kota Weda (Ibukota Halmahera Tengah). Dari Kota Ternate menuju Kota Weda melalui Kota Sofifi (calon Ibukota Provinsi Maluku Utara) dengan menggunakan feri yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan modal transportasi darat menuju Kota Weda. Perjalanan dengan feri dari Kota Weda menuju Pulau Gebe dan sebaliknya hanya dengan frekuensi sekali setiap minggunya.
Baca juga Sejarah Suku Ambon

Ciri khas masyarakat pribumi pulau Gebe juga tidak terlalu berbeda jauh dengan ciri khas masyarakat pribumi papua pada umumnya yang memiliki kulit agak kehitam-hitaman, serta model rambut yang keriting. Selain itu juga, masyarakat pulau Gebe memiliki adat istiadat yang juga hampir sama dengan masyarakat papua, dan maluku utara lainnya, dan makanan khas di pulau Gebe adalah Sagu yang terbuat dari pohon sagu yang dikelola menjadi sagu yang dapat dimakan oleh masyarakat disana sebagai proses keberlangsungan hidup.

Pulau Gebe banyak menyimpan berbagai macam kekayaan sumber daya alam didalamnya, diantaranya adalah biji nickel, keromik, tembaga, dll, disamping sumber daya alam yang begitu melimpah, pulau gebe juga memiliki panorama alam yang tak kalah menariknya dengan panorama alam di daerah daerah lain di Indonesia.

Referensi :
  • http://anakgebe.blogspot.com/2011/07/pariwisata-pulau-gebe.html
  • http://wisatapulaugebe.com/index.php/potensi-wisata/2-uncategorised
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah Suku Gebe Di Maluku Silahkan baca artikel Suku Dunia Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Sejarah Suku Gebe Di Maluku Sebagai sumbernya

Sejarah Suku Lainnya